wirawan dhewantoro. Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 04 Oktober 2010

Kenapa Kita Suka Mabuk Kalau Membaca di Mobil


Saat asyik membaca koran atau majalah
dalam sebuah perjalanan tiba-tiba kepala
merasa pusing. Pernah mengalaimi
kejadian seperti itu? Timothy C. Hain, guru
besar ilmu saraf di Northwestern University
Medical School, dan Charles M. Oman,
direktur Man Vehicle Laboratory di M.I.T
Center pernah menjelaskan tentang
masalah ini.

Mabuk, entah akibat perjalanan
menggunakan mobil atau kapal ataupun
berada di ruang angkasa, merupakan suatu
keadaan yang tidak menyenangkan akibat
dari ketidakseimbangan antara situasi yang
diharapkan otak dan informasi yang
diterimanya melalui indera.
Untuk mengembalikan keseimbangan, otak
mensintesis data dari berbagai sumber,
termasuk penglihatan, sentuhan, dan
telinga bagian dalam. Yang terakhir ini
sangat penting karena otak mendeteksi
gerakan kaku (angular motion) dan juga
gerakan linear.
Dalam banyak hal, semua input di terima.
Ketika input tidak sesuai dengan situasi
yang diharapkan otak, saat itulah terjadi
mabuk atau rasa mual ingin muntah.
Bayangkan, Anda sedang duduk di jok
belakang mobil sambil membaca. Mata
Anda tertuju pada buku, dan ini
diinformasikan ke otak bahwa Anda berada
di dalam mobil.
Akan tetapi sewaktu kecepatan mobil
berubah atau memutar, sensor dalam
telinga Anda menangkap ada sesuatu yang
berubah dan diinformasikan ke otak.
Sayangnya otak membantah kenyataan itu
karena ia menerima sinyal dari mata.
Ketidakseimbangan informasi inilah yang
mengakibatkan mabuk. Melihat keluar
jendela akan membantu mengurangi hal
itu. Tak heran jika pengemudi jarang
mabuk, karena dia tidak hanya memiliki
sensor informasi yang pas karena dia yang
mengontrol mobil. Jadi sensor yang dimiliki
sopir siap dengan berbagai bentuk
gerakan.
Cara itu bisa diterapkan jika Anda ingin
bebas dari mabuk laut. Tetaplah berada di
geladak kapal sehingga Anda bisa melihat
cakrawala. Sekali sistem keseimbangan
Anda telah mempelajari bagaimana
mengatasi gerakan kapal ketika Anda
mendapatkan guncangan, setelah itu
dijamin tidak akan mabuk deh.
Namun dampaknya juga masih bisa Anda
rasakan saat ke darat, tubuh Anda masih
tetap dapat merasakan gerakan kapal
untuk beberapa jam atau bahkan beberapa
hari.
Mabuk juga bisa dialami oleh para
astronaut. Data menunjukkan bahwa
mabuk angkasa diderita oleh 70% calon
astronot. Dalam keadaan tanpa bobot atau
gravitasi mikro, kondisi dalam telinga tidak
dapat menentukan posisi naik atau turun.
Beberapa anggota kru mengatakan bahwa
mereka secara terus menerus merasakan
bahwa posisi mereka terbalik, meskipun
orientasi mereka sudah benar.

sumber : http://edyworld.blogspot.com

Komentar :

ada 1
wirawan mengatakan...
pada hari 

comment yah sob

Posting Komentar

sedikit tulisan.
sangat bermakna untuk postingan ini kawan.

 
Wirawan-Blog© is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate